0

Kebutuhan Gizi Seimbang Bagi Remaja dan Dewasa



BAB II
Kebutuhan Gizi Seimbang Bagi Remaja dan Dewasa

A.     Istilah
1.    Remaja adalah masa peralihan dari anak menuju dewasa dimana terjadi pertumbuhan fisik, mental, dan emosional, yang sangat cepat ( Atikah Proverawati dan Siti Asfuah. Gizi untuk Kebidanan, 141).
2.    Remaja adalah individu baik perempuan maupun laki-laki yang berada pada masa atau usia antara anak-anak dan dewasa (Atikah Proverawati dan Siti Asfuah. Gizi untuk Kebidanan, 146).
3.    Remaja adalah periode diantara pubertas dan penyelesaian pertumbuhan fisik, secara kasar dari umur 11 sampai 19 tahun (EGC.Kamus Saku Kedokteran Dorland,21)
4.    Remaja adalah periode perkembangan selama di mana individu mengalami perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, biasanya antara usia 13 sampai 20 tahun ( Potter dan Perry. Fundamental Keperawatan, 690)

B.     Prinsip Gizi bagi Anak Remaja dan Dewasa
Pada masa remaja kudapan berkontribusi 30% atau lebih dari total asupan kalori setiap hari. Remaja harus didorong untuk bertanggung jawab atas pemilihan kudapan yang sehat. Menurut WHO batasan usia remaja yaitu antara umur 10-19 tahun. Kelompok  umur  remaja  biasanya  menunjukan fase pertumbuhan yang pesat atau yang disebut Adolescence Growth Spurt. Istilah Adolescence  biasanya menunjukan maturasi psikologis individu, ketika pubertas menunjukan titik di mana reproduksi mungkin dapat terjadi. Perubahan hormonal pubertas mengakibatkan kemampuan perubahan penampilan pada orang mud, dan perkembangan mental mengakibatkan kemampuan untuk menghipotesis dan berhadapan dengan abstraksi. Penyesuaian dan adaptasi dibutuhkan untuk mengkoping perubahan simultan dan usaha untuk membentuk perasaan identitas.
 Makanan merupakan salahsatu kebutuhan pokok manusia . Makanan mengandung unsur zat gizi yang sangat diperlukan untuk tubuh dan berkembang. Dengan mengkonsumsi makanan yang cukup dan teratur remaja akan tumbuh sehat, sehingga akan mencapai prestasi yang gemilang, tubuh yang sehat dan bugar, dan sumber daya manusia yang berkualitas.

C.     Perubahan Fisik dan Maturasi Seksual
Perubahan fisik terjadi dengan cepat pada adolensens. Maturasi seksual terjadi seiring perkembangan seksual primer dan sekunder. Karateristik primer berupa perubahan fisik dan hormonal yang penting untuk reproduksi, dan karateristik sekunder secara eksternal berbeda, antara laki-laki dan perempuan. Empat fokus utama perubahan fisik :
1.    Peningkatan kecepatan pertumbuhan skelet, otot, dan visera.
2.    Perubahan spesifik-seks, seperti perubahan bahu dan lebar panggul.
3.    Perubahan distribusi otot dan lemak.
4.    Perkembangan sistem reproduksi dan karateristik seks skunder.
Variasi yang luas terjadi dalam waktu perubahan fisik berkaitan dengan pubertas dan pada anak perempuan perubahan fisik cenderung lebih awal daripada anak laki-laki.
       ( Potter dan Perry. Fundamental Keperawatan, 690 )

D.     Perubahan Berat Badan dan Skelet
Meningkatnya tinggi  dan berat badan biasanya terjadi selama laju pertumbuhan pubertas. Laju pertumbuhan pada perempuan umumnya mulai antara usia 8 sampai 14 tahun. Tinggi badan 5 sampai 20 cm dan berat badan meningkat 7 sampai 27,5 kg. Pertumbuhan pada anak laki-laki mulai antara usia 10 sampai 16 tahun. Tinggi badan meningkat kira-kira 10 sampai 30 cm, dan berat badan meningkat 7 sampai 32,5 kg.
Anak perempuan mencapai 90% sampai 95% dari tinggi badan dewasanya pada masa menarke ( awitan menstruasi) dan mencapai tinggi penuh pada usia 16 sampai 17 tahun, sementara anak laki-laki terus tumbuh lebih tinggi sampai usia 18 sampai 20 tahun (Potter dan Perry. Fundamental Keperawatan, 690 )

E.     Pengaruh Status Gizi terhadap Sistem Reproduksi
Remaja yang kurang gizi atau terlalu kurus (KEK), anemia, kekurangan kalsium, vitamin D, yodium, seng dan kekurangan vitamin, serta mineral lainnya akan mempengaruhi proses reproduksi. Khusus remaja putri yang mengalami gangguan pertumbuhan, maka badan menjadi pendek dan tulang panggul tidak sempurna akibatnya sulit melahirkan ( calon ibu TB < 145cm, resiko tinggi mengalami kesulitan pada waktu melahirkan). Sangat kurus (KEK) dengan resiko melahirkan bayi dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) yang mempunyai resiko kematian dan gangguan tumbuh kembang pada anak ( Calon ibu dengan BB< 45kg, resiko tinggi untuk melahirkan BBLR )
Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dapat menyebabkan resiko pendarahan pada waktu melahirkan. Umumnya remaja putrid dan wanita lebih mudah menderita anemia dibanding pria dan remaja putra. Wanita atau remaja putri membutuhkan 2x lebih banyak daripada pria atau remaja putra, karena wanita atau remaja putri mengalami haid dan banyak mengeluarkan darah waktu melahirkan dan zat besi dibutuhkan untuk memproduksi darah (Hb). Tanda-tanda anemia sering disebut 5L yaitu lemah,letih,lesu,lelah dan lalai (Atikah Proverawati dan Siti Asfuah. Gizi untuk Kebidanan, 142)

F.     Karateristik dan Pentingnya Gizi Remaja
Kebutuhan gizi remaja dan eksekutif muda relatif besar, karena masih mengalami pertumbuhan. Selain itu, remaja umumnya melakukan aktivitas fisik lebih tinggi disbanding usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi lebih banyak.

1.    Energi
Faktor energi perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja adalah aktifitas fisik, seperti olahraga yang diikuti baik dalam kegiatan disekolah maupun diluar sekolah. Remaja yang aktif banyak memerlukan asupan energi yang lebih besar dibandingkan yang kurang aktif. Pada masa remaja terdapat perbedaan kebutuhan energi untuk laki-laki dan perempuan, karena perbedaan komposisi tubuh dan kecepatan pertumbuhan.
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI (WKNPG VI) tahun 1998 menganjurkan angka kecukupan gizi (AKG) energi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 2000-2200 Kkal, sedangkan untuk laki-laki 2400-2800 KKal/hari. AKG dianjurkan 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat adalah beras, terigu dan hasil olahannya (mie, spageti, macaroni, umbi-umbian(ubi jalar, singkong), jagung, gula, dll.

2.    Protein
Kebutuhan protein juga meningkat pada masa remaja, karena proses pertumbuhan yang sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja putri lebih tinggi dibandingkan laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan cepat lebih dulu. Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein bagi remaja 1,5-2,0 gr/kg BB/hari. AKG protein remaja dan dewasa muda adalah 48-62 gr/hari untuk perempuan dan 55-56 gr/hari untuk laki-laki. Makanan sumber protein hewani bernilai biologis lebih tinggi dibandingkan sumber protein nabati, karena komposisi asam amino lebih baikdari segi kualitas maupun kuantitas. Berbagai sumber protein adalah daging merah, daging putih, susu, kedelai, kacang-kacangan, dll

3.    Kalsium
Kebutuhan kalsium pada masa remaja lebih relatif tinggi karena akselerasi muskular, skeletal/kerangka dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan masa anak dan dewasa. Lebih dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% masa tulang dewasa dicapai pada masa remaja. AKG kalsium untuk remaja dan dewasa muda adalah 600-700 mg/hari untuk perempuan, dan 500-700 mg/hari untuk laki-laki. Sumber kalsium paling baik adalah susu dan hasil olahannya. Sumber kalsium lainya ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dll.

4.    Besi
Kebutuhan besi pada remaja juga meningkat karena pertumbuhan cepat. Kebutuhan besi pada remaja meningkat karena ekspansi volume darah  dan peningkatan konsentrasi hemoglobin (Hb). Setelah dewasa, kebutuhan besi menurun. Pada perempuan kebutuhan zat tinggi akan besi terutama disebabkan kehilangan zat besi selama menstruasi. Hal ini menyebabkan perempuan rawan mengalami anemia besi dibandingkan laki-laki.
Status besi dalam tubuh mempengaruhi efisiensi penyerapan besi. Yang dapat meningkatkan penyerapan besi dari sumber nabati adalah vitamin C serta sumber protein hewani tertentu (daging dan ikan). Sedangkan zat yang dapat menghambat peyerapan besi antara lain kafein, tannin, phfitat, zinc dan lain-lain. AKG besi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 19-26 mg/hari, sedangkan untuk laki-laki 13-23 mg/hari. Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah hati, daging merah, daging putih, kacang-kacangan, sayur-sayuran.

5.    Seng (Zinc)
Seng diperlukan untuk pertumbuhan, serta kematangan seksual remaja, terutama untuk remaja laki-laki. AKG seng 15 mg/hari untuk remaja dan dewasa muda perempuan dan laki-laki.

6.    Vitamin
Kebutuhan vitamin meningkat pada masa remaja, karena pertumbuhan dan perkembangan cepat terjadi. Yang berperan dalam metabolisme tubuh menjadi energi seperti vitamin B1, B2 dan Niacin. Untuk sintesa DNA dan RNA diperlukan vitamin B6, asam follat dan vitamin B12, sedangkan untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup. Vitamin A,C,dan E diperlukan untuk pembentukan dan penggantian sel.
            (Atikah Proverawati dan Siti Asfuah. Gizi untuk Kebidanan, 142-145)

G.    Kebutuhan Gizi Seimbang Remaja
     Kebutuhan akan kecukupan gizi remaja didapatkan dari kesesuaian antara jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, dengan kebutuhan fungsi tubuh sehingga bermanfaat bagi terpeliharanya fungsi tubuh secara optimal.
     Gizi seimbang pada kehidupan sehari-hari dapat mencegah terjadinya keadaan gizi kurang atau gizi lebih. Hidangan gizi seimbang adalah makanan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur yang dikonsumsi oleh seseorang dalam satu hari secara teratur sesuai dengan kebutuhan gizi. Untuk proses tumbuh kembangan tubuh memerlukan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air, dan serat dalam jumlah yang seimbang (Atikah Proverawati dan Siti Asfuah. Gizi untuk Kebidanan, 146)

H.     Faktor yang Mempengaruhi Gizi Remaja
1.   Status Individu
Biasanya wanita remaja atau wanita remaja yang belum menikah akan kesulitan memilih bahan makan atau jenis makanan yang akan dihidangkan. Kadang dalam menyusun hidangan makanan lebih memperhatikan orang lain dari pada dirinya.
2.   Status Ekonomi
Wanita dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi tentunya akan berbeda gizinya dengan orang yang tingkat ekonomi rendah.
3.   Anatomi tubuh manusia
            Ukuran pelvis individu berhubungan erat dengan tinggi badan seseorang.
            (Atikah Proverawati dan Siti Asfuah. Gizi untuk Kebidanan, 146-147)

I.       Gangguan Pola Makan Remaja
     Berdasarkan DSM IV ada 3 bentuk gangguan makan yaitu :
1.   Anoreksi Nervosa (AN)
2.   Bulimia Nervosa (BN)
3.   Gangguan makan tidak tergolongkan

     Etiologi gangguan maka remaja belum diketahui, akan tetapi sejumlah faktor dianggap berperan terhadap kelainan ini, yaitu :
1.   Faktor Psikososial. Faktor psikososial berupa perkembangan individu, dinamika keluarga, tekanan sosial untuk berpenampilan kurus, serta perjuangan untuk mendapatkan identitas diri.
2.   Faktor genetik. Faktor genetik adanya bukti bahwa AN banyak didapat pada penderita dengan riwayat keluarga gangguan depresi dan kecemasan, serta lebih banyak pada kembar monozigot dibandingkan dizigot.
3.   Faktor biologik. Faktor biologik berupa penurunan sintesis, uptake dan turnover serotonin serta penurunan sensivitas reseptor serotonin pcst sinaptik.
Anoreksi nervosa dan bulimia nervosa terkait dengan gangguan hampir semua sistem organ, meskipun hal ini bukan kelainan primer akan tetapi lebih merupakan hasil malnutrisi berat. Gejala klinik AN sering ditemukan berupa :
1.   Sangat ingin menjadi kurus, selalu merasa gemuk meskipun berat badanya di bawah ukuran.
2.   Merasa segan terhadap makanan, hilangnya nafsu makan, hampir tidak makan sama sekali, pura-pura makan tetapi makanannya disembunyikan/ di buang sebelum dimakan.
3.   Kelelahan, lemah.
4.   Serangan bulimia ( makan dengan rakus tetapi segera dimuntahlan kembali atau dikeluarkan dengan obat pencahar)
5.   Gangguan tidur.
6.   Amenore akibat immaturitas pola sekresi luteinizing hormone.
(Atikah Proverawati dan Siti Asfuah. Gizi untuk Kebidanan, 148-151)







BAB III
Penutup

A.    Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ukuran masa remaja dan dewasa  antara satu dengan yang lain tidak sama. Namun menurut kelompok kami masa remaja berkisar antara 13-21 tahun. Pada masa remaja terjadi pertumbuhan yang peat atau adolesens. Perubahan fisik anak laki-laki dan perempuan lebih awal anak perempuan . Makanan seimbang yang diperlukan tubuh yaitu makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan serat lainnya.




Daftar Pustaka

Proverawati, Atikah dan Siti Asfuah. 2009. Gizi untuk Kebidanan. Bantul : Nuha Medika

Djaeni, Achmad. 2008. Ilmu Gizi (untuk mahasiswa dan profesi). Jakarta : Dian Rakyat

Potter dan Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC



Artikel terkait >>

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts